Hengshui Qualified Filter Screen Co., Ltd. sales@metalconveyorbelt.com 86-318-7595879
Pernahkah Anda mengalami bencana dapur ini? Roti daging yang disiapkan dengan hati-hati keluar dari oven sebagai gumpalan tak berbentuk. Roti pisang dengan bagian bawah yang gosong namun masih lembek di bagian tengah. Sebelum mempertanyakan keterampilan kuliner Anda, pertimbangkan hal ini: seringkali pelakunya bukanlah teknik Anda, tetapi pilihan peralatan memanggang Anda.
Pemilihan Peralatan Memanggang: Faktor Penentu
Setelah membagikan "teori peralatan memanggang" ini di media sosial, banyak yang melaporkan bahwa itu adalah wahyu yang mengubah permainan yang memecahkan frustrasi memanggang mereka yang sudah lama ada. Jadi bagaimana cara memilih panci yang tepat?
Aturan Emas: Basah vs. Kering
Aturan emas sederhana memberikan panduan yang jelas:
Pertukaran: Kaca vs. Logam
Umumnya, substitusi tidak disarankan. Ketika resep menentukan bahan tertentu, kepatuhan menghasilkan hasil terbaik. Untuk kasus yang tidak ditentukan, terapkan prinsip basah/kering. Perbedaan yang bermanfaat: "loyang" biasanya menunjukkan logam sedangkan "mangkuk panggangan" biasanya mengacu pada kaca.
Peralatan Memanggang Kaca: Kisah Cinta yang Berakhir
Setelah mengadopsi masakan nabati, saya menyumbangkan hampir semua peralatan memanggang kaca dalam waktu satu tahun, menemukan sedikit kegunaannya. Hanya persiapan lasagna yang membuat saya ragu—sampai menemukan gulungan lasagna menghilangkan kebutuhan itu sepenuhnya. Saya menyimpan satu piring pai Pyrex hanya untuk roti jagung dan pai buah, menemukan kaca mencegah kerak menempel dalam memanggang tanpa minyak. Namun, sifat termal kaca (konduksi yang sangat baik namun isolasi) sering menyebabkan pemasakan yang tidak merata—tepi yang terlalu matang dengan bagian tengah yang kurang matang—sehingga tidak cocok untuk barang-barang seperti roti sayuran. Penyerapan panasnya yang lambat memperparah masalah ini.
Tip pro: Saat menggunakan kaca, kurangi suhu oven sebesar 25°F (14°C) dan perpanjang waktu memanggang 5-10 menit—meskipun kesempurnaan tetap sulit dipahami.
Peralatan Memanggang Logam: Pemenang yang Jelas
Panci logam berwarna terang dan mengkilap terbukti paling serbaguna. Logam gelap menyerap panas secara agresif, berisiko terlalu kecoklatan. Aluminium mengungguli baja tahan karat dalam distribusi panas, menjadikannya ideal untuk memanggang cepat bersuhu tinggi seperti biskuit gandum utuh. Catatan: hindari menyimpan makanan asam dalam aluminium untuk mencegah rasa logam—baja tahan karat tidak memiliki batasan ini.
Batu: Penggunaan Sesekali
Koleksi batu saya melihat tindakan terbatas, terutama menyajikan saus bayam-artichoke pada pertemuan. Meskipun secara estetika menyenangkan untuk presentasi, investasi dalam merek premium seperti Le Creuset tampaknya tidak beralasan untuk kebutuhan memasak nabati.
Silikon: Hasil Campuran
Silikon menawarkan kenyamanan memanggang tanpa minyak tetapi hasil yang tidak konsisten. Konduksi panas yang buruk menyebabkan hasil yang pucat, terkadang kurang matang—bagian tengah cupcake seringkali tetap lembab meskipun dipanggang lebih lama. Tikar silikon juga menghasilkan tekstur yang tidak merata, dengan permukaan makanan tetap basah di tempat yang bersentuhan dengan tikar. Kertas perkamen secara konsisten mengungguli untuk kerenyahan.
Perbedaan kritis: Kertas lilin dan kertas perkamen tidak dapat dipertukarkan—yang pertama meleleh secara bencana di dalam oven.
Untuk keberlanjutan, saya menggunakan kembali perkamen beberapa kali, menyimpan pelapis sekali pakai untuk acara-acara khusus. Memanggang sehari-hari biasanya menggunakan panci tanpa lapisan, menerima ketidaksempurnaan kecil.
Alat Dapur Penting Saya
Sering ditanyakan tentang peralatan, berikut adalah daftar pilihan saya: